Blogger Widgets

Pages

Kamis, 21 Februari 2013

Resensi

Resensi Buku Fiksi


Judul              : Sebuah Lorong di Kotaku
Pengarang      : Nh. Dini
Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit  : 1996
Cetakan          : Mei 1996

Buku ini termasuk jenis buku sastra. Dalam buku  ini menceritakan sebuah kenangan dari masa kanak-kanaknya. Akan tetapi tidak semua orang mampu mengungkapkannya kembali secara tertulis, seperti yang dilakukan Nh. Dini. Buku ini terdiri atas Sembilan bagian, yaitu :
Bagian I
Sejak beberapa hari hujan turun ayam-ayam kerjanya terkantuk-kantuk sepanjang hari. Akhirnya ayah memisahkan induk bersama anaknya. Sebab dari hujan tersebut, belakang rumah menjadi  banjir dan banyak ikan-ikan kecil yang ada di sana. Akhirnya ayah membendung dan menyeroknya.
Bagian II
Pada waktu itu ayah mau mengajak ke desa untuk liburan ke rumah kakek. Tetapi waktu itu pikirannya hanya tertuju pada genangan air yang tak jauh dari ruangan makan. Beberapa menit kemudian, akhirnya diajak ke desa.

Bagian III
Bepergian ke luar kota bersama lima anaknya, bagi ibu berarti harus mempersiapkan makanan secukup mungkin. Sehari sebelum berangkat, ibu membuat lemper, arem-arem, dan merebus pisang kapok. Sekitar jam setengah sepuluh,  kami berangkat menuju ke stasiun Tawang. Dan kami tiba di rumah kakek sudah tampak gelap.
Bagian IV
Ah dirasakan suasana kasahduan kehidupan rohani penghuninya. Setelah tiba di tempat kakek, beliau menyambut dengan ramah. Kami pun tidur bertujuh di tempat tidur yang sudah disediakan.
Bagian V
Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan sholat berjamaah dengan kakek. Ketika sudah di sana kami diajak oleh paman berkeliling ke mana-mana pada hari itu juga.
Bagian VI
Paman mengantar kami sampai ke Gorang-Goreng. Ayah memutuskan bahwa kali ini kami tidak akan singgah ke Pancalan, ke tempat Mbah Nyai seperti diusulkan ibu. Kami menunggu bus di bawah pohon beringin yang kami kenal ketika dating.
Bagian VII
Akhirnya kami sampai kembali di rumah, kuperhatikan kesibukan yang tidak semestinya mengambil peranan di segala penjuru.
Bagian VIII
Sekolah bagiku adalah tempat yang akan mengurungku dari pagi sampai siang. Tempat aku harus duduk tak bergerak di atas bangku sempit dan tinggi.
Bagian IX
Sejak waktu itu, setiap hari baik siang maupun malam seringkali ada serangan.

Kesimpulan :
Dalam Sebuah Lorong di Kotaku ini, Dini mengisahkan kembali peristiwa-peristiwa yang dialaminya pada tahun-tahun terakhir jaman pada penjajahan Belanda hingga masuknya tentara Jepang. Diceritakan  antara lain pengalaman ramai-ramai menyerok ikan di belakang rumah ketika banjir, mengunjungi kakek-kakek, pertama kali masuk sekolah, ikut mengungsi, dan lain-lain.

0 komentar:

Posting Komentar

 
animasi bergerak gif